Keren nggak sih, ada saat dimana kita berkata sesuatu semau kita, dan ada suatu pihak yang tanpa sengaja atau tidak, merasa tersinggung, dan masalah muncul dari situ? apalagi semuanya hanya berasal dari status, sesimple itu ternyata.
Saya nggak menggurui sih, tapi sayang banget kan, kalau seorang perempuan, yang notabene haruslah sopan, lemah lembut, harus melampiaskan emosinya di sebuah status jejaring sosial? apalagi menggunakan bahasa kurang sopan. bagaimana kalau orang tuanya, atau keluarganya, tau? hayo lho.
Segalanya, karena teknologi sudah semakin maju, problem menjadi semakin meningkat. orang-orang, yang menyatakan bahwa pelampiasan amarah, kritik yang dia tulis (dan biasanya menjatuhkan, bukan membangun) adalah sebuah contoh dari demokrasi bisa dihukum hanya karena kata-katanya di jejaring sosial. amazing, eh?
Kalau mau mengkritik, kenapa harus dengan bahasa kurang baik, bercapslock, emosi menyala? apalagi mengkritik sesuatu yang sebenarnya hanyalah spekulasi. Indonesia memang negara demokrasi, tapi tentu demokrasi juga punya kode etik, bukan?