Friday, October 14, 2011

One Word : Busy

Hallo.
Beberapa hari ini rasanya saya sibuk banget. saya sibuk MID dan persiapan workshop. workshop apa? Raditya Dika. RADITYA DIKA!


Workshop ini ngebuat saya senyum-senyum terus. karena, saya yang notabene adalah anak jurnal, kecipratan rezeki yang saya idam-idamkan.


Btw, i'm feel so excited. you know, saya ngefans berat sama Radith dari mulai kelas 7 SMP. saya ngebaca bukunya, googling, ngubek-ubek blognya, ngeliatin youtube-nya, ngedengerin lagu yang dia buat di filmnya, ngefollow twitternya, dan jadi stalker! iya, kalau saya udah suka sama orang, saya begitu.


Ngebaca buku dia itu seperti refreshing otak dari segala kepenatan dan kepahitan di dunia ini (tsahh) jadi rasanya, energi pulih kembali setelah puas ketawa dan ketawa.


Iya, saya sadar saya jadi norak banget waktu tau kalau jurnal berhasil membuat janji dengan si doi, agar doi sudi untuk mengisi acara workshop creative writing di SMA Negeri 2 Cirebon. bagaimana noraknya? hampir tiap hari saya ngetweet tentang dia, promosiin acara, dan parahnya banner acaranya saya jadiin profil picture di Facebook. satu kata : hehehe. tapi ya coba aja bayangin, gimana sih rasanya kalo kamu tuh udah lama kaguuum banget sama orang, kamu kira orang itu cuma bakalan eksis di mimpi kamu karena orang itu adalah orang famous, dan tiba-tiba.. JRENG! orang itu bakalan ketemu, ngobrol bareng, dan makan bareng sama kamu. gimana rasanya? :)


kedua, saya mid. ih, saya ilfil banget sama mid. jadi saya sedang tidak ingin membahas tentang itu. huehehehhehehe.


tampaknya saya baru bisa hibernasi ketika November datang.

Monday, October 10, 2011

Hey You. Long Time No See

Jadi, saya baru saja serasa bertemu dengan orang penting. iya, penting di kehidupan saya. dia sudah lama sekali menghilang dari radar saya. it means, dia benar-benar hilang tanpa ada kabar, tanpa ada cerita nongol-nongolan, dan tanpa menyisakan jejak sedikit pun.
tapi saya sengaja tidak membuntutinya ataupun mengumpul-ngumpulkan keberanian untuk sekedar berbincang ringan. saya hanya takut saya kecewa.
Waktu itu saya sedang mencari informasi di Google, dan tiba-tiba pikiran saya ngalor ngidul karena saking stuck-nya dengan hasil pencarian yang nihil. entah kenapa, terbesit pikiran saya  untuk mengetikkan nama orang penting itu.
Dan selama beberapa tahun tidak pernah ketemu, tidak pernah ngobrol via telepon.. ternyata empat tahun itu cukup untuk merubah segalanya, yang buruk menjadi baik. dan dia terlihat semakin penting di mata saya, karena, yah.. dia mengagumkan.


saya kira dia hanya sibuk dengan dunianya, tapi opini dari orang lain, terkadang tidak objektif.


mau tidak mau rasa kagum saya jadi semakin besar ketika saya baca sebuah postingan dari sebuah blog. postingan tentang dia. ternyata dia sekarang bukan hanya penting bagi saya, tapi penting bagi komunitasnya, sekolahnya, kotanya.


keren ya dia itu. iya, maka dari itu saya mau repot-repot menuliskan hal-hal tidak penting ini di blog saya. mungkin dia memang rebel, tapi rebelnya itu mempesona.


dan saya tidak bisa untuk tidak ingat. saya bahkan khawatir kalau suatu saat nanti, siapa tahu,  dunia, Tuhan menginginkan saya bertemu dengan dia? di jalan, di kampus, mungkin? atau mungkin, dalam sebuah bentuk baru : saya sebagai tetangganya? because the distance is getting closer and closer, i think.


bukankah kalau Tuhan bilang 'jadilah', maka jadilah ia?

Saturday, October 1, 2011

SEPSEB, a story..


So, this is SEPSEB. what is it? it's Sepuluh Sebelas, my lovely class. September 30 is my special day, and Sepseb celebrated it, yesterday. Nice, huh? i'm so speechless when i opened the door and they yelled at me "HAPPY BIRTHDAAAAAAAAY!" my expression became weird, and i started laughing, crying at the same time LOL. They sang a song for me, and then they gave me a t-shirt with autograph on it, and they wrote "HAPPY BIRTHDAY RENA! WE LOVE YOU!"
if Mr. Chaerudin give us to write an unforgettable moment AFTER that moment, i will write about how SEPSEB congratulated me.
Tell me how to stop it. i can't stop loving you :*

Sunday, September 11, 2011

Talking to The Moon

Hari ini entah kenapa pengen posting lagu ini. menurut saya lagunya nyesek sekali yah. mana si Bruno nyanyinya meresapi banget, jadi kalau denger ini lagu bawaannya pengen nangis aja.




I know you're somewhere out there
Somewhere far away
I want you back
I want you back
My neighbors think
I'm crazy
But they don't understand
You're all I have
You're all I have

Chorus:

At night when the stars
light up my room
I sit by myself

Talking to the Moon
Trying to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon

I'm feeling like I'm famous
The talk of the town
They say
I've gone mad
Yeah
I've gone mad
But they don't know
what I know

Cause when the
sun goes down
someone's talking back
Yeah
They're talking back

Chorus:
http://www.elyricsworld.com/talking_to_the_moon_lyrics_bruno_mars.html

At night when the stars
light up my room
I sit by myself
Talking to the Moon
Trying to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon

Do you ever hear me calling?
Cause every night
I'm talking to the moon
Still trying to get to you

In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon

I know you're somewhere out there
Somewhere far away







bagaimana? huhu T.T

Saturday, August 27, 2011

Kebun Binatang di Jejaring Sosial

Di home facebook, maupun timeline twitter saya, ada beberapa, bahkan mungkin banyak teman yang dengan frontalnya mengshare keluh kesahnya. bisa dikatakan galau, tapi yang paling menyepetkan mata sebenarnya kalau yang bersangkutan sudah menuliskan dengan emosi tinggi, dan makhluk-makhluk dari kebun binatang, atau selokan semuanya nyempil di kicauannya.
Keren nggak sih, ada saat dimana kita berkata sesuatu semau kita, dan ada suatu pihak yang tanpa sengaja atau tidak, merasa tersinggung, dan masalah muncul dari situ? apalagi semuanya hanya berasal dari status, sesimple itu ternyata.
Saya nggak menggurui sih, tapi sayang banget kan, kalau seorang perempuan, yang notabene haruslah sopan, lemah lembut, harus melampiaskan emosinya di sebuah status jejaring sosial? apalagi menggunakan bahasa kurang sopan. bagaimana kalau orang tuanya, atau keluarganya, tau? hayo lho.
Segalanya, karena teknologi sudah semakin maju, problem menjadi semakin meningkat. orang-orang, yang menyatakan bahwa pelampiasan amarah, kritik yang dia tulis (dan biasanya menjatuhkan, bukan membangun) adalah sebuah contoh dari demokrasi bisa dihukum hanya karena kata-katanya di jejaring sosial. amazing, eh?
Kalau mau mengkritik, kenapa harus dengan bahasa kurang baik, bercapslock, emosi menyala? apalagi mengkritik sesuatu yang sebenarnya hanyalah spekulasi. Indonesia memang negara demokrasi, tapi tentu demokrasi juga punya kode etik, bukan?

Friday, July 29, 2011

Orang Baru

Orang baru. Orang baru. Orang baru
Tampaknya aku baru pertama bertemu
Tapi jantungku sudah berani bertalu-talu
Dan matamu bagai menelanku
Dan senyummu bagai hariku
Dan semuanya aku ingat dan rindu

Dan akan kujaga di dalam hatiku

Thursday, July 21, 2011

Kadang-kadang

Kadang-kadang kamu muncul dan aku selalu bertanya-tanya, kapan terakhir kali aku memberitahumu dimana rumahku, bagaimana jadwalku, dan jam berapa saja aku duduk dan membaca sambil terkantuk-kantuk di kursiku, karena kamu selalu menghampiriku, tanpa malu-malu. kamu selalu tau.


Kadang-kadang kamu muncul ketika aku menjelaskan ke setiap orang tentang apa saja mimpiku, bagaimana aku bisa mewujudkannya, atau sejauh apa usahaku. kadang-kadang kamu seperti menggodaku untuk menyebutkanmu di dalam mimpiku.


Kadang-kadang kamu muncul saat aku marah. saat kepalaku pening, masalahku bertumpuk, pikiran kacau, rambut morat-marit dan urat-urat di leherku muncul. kadang-kadang kamu mengejekku dengan senyummu, berusaha berkata bahwa aku masih sangat kekanak-kanakan dan terlalu gegabah mengambil semua keputusan, memarahi semua orang. kadang-kadang kamu bilang begitu dengan senyummu itu.


Kadang-kadang kamu muncul ketika semangatku tumpul dan semua hal-hal minor membayangiku. kadang-kadang kamu muncul dan, sekali lagi, dengan senyummu, berkata bahwa aku tidak perlu meributkan hal remeh begitu.


Kadang-kadang kamu seperti api. menyulut semangatku, keberanianku, mimpiku, obsesiku.. dan segala hal yang sepertinya jauh dari jangkauanku.
seakan-akan kamu bilang, mimpiku begitu dekat.. dekat.. dekat.

Saturday, June 11, 2011

Terimakasih, Tuhan!

Tuhan, terimakasih karena Kau telah memberiku hidup. Tuhan, terimakasih karena aku masih diizinkan bernafas, dan menghirup kenikmatan dariMu. Tuhan, aku ingin menjadi orang yang termasuk dalam daftar putihMu. aku tidak ingin selalu menyalahkanmu, dan lebih menghargai semua pemberianMu :)
Tuhan, terimakasih karena Kau selalu mendengarkan doaMu, kapanpun aku panjatkan. terimakasih karena Kau telah menghargai semua usahaku, dan kau mengabulkannya, ketika aku berbicara tentang sekolahku.
Tuhan, terimakasih karena Kau selalu di sampingku. aku tidak akan pernah takut dan menyerah pada apapun yang telah aku katakan. aku tidak akan pernah menyerah untuk menggapai semua bintang, yang tergantung di langit harapanku :)
Tuhan, terimakasih karena Kau dekat denganku, lebih dekat dari urat leherku. terimakasih karena Kau menyertai semua jalanku.
aku akan terus berdoa, dan memintaMu agar selalu melancarkan jalanku :D

Thursday, May 19, 2011

Balada Pasca Tes

YA AMPUN AKU ABIS TES LHO! TES MASUK SMA!
sayang sekali tesnya susah. beneran, masa akutansi keluar? dimensi juga? itu apaan? mana ada ml^-2 lagi! itu apaan? ehm.. digedein lagi ah.. ITU APAAN????
ngeri banget deh tesnya, sumpah, sebenernya saya ngga mau ngomongin lagi tapi ya sudahlah. setelah tes tuh langsung ngegalau gitu. ngga tenang deh, tidur aja malah guling-guling ngga jelas gitu.
untungnya masih ada wawancara dan penyerahan SKHUN gitu. yah moga-moga aja dua-duanya hasilnya bagus deh, jadi biar masuk gitu. amin!
sebenernya daftar ke banyak SMA sih, tapi yah. aku pengennya yang itu! *nunjuk ke SMA* jadi tolong kabulkan, Ya Allah.. 

Wednesday, May 11, 2011

Tarnus! Yeah!

bukan saya yang masuk tarnus, tapi. hahaha. tiga orang yang saya kenal masuk tarnus. dan salah satunya adalah om saya :) selamat selamat!
awalnya iseng buka web tarnys karena dikasih tau temen saya, pas buka langsung ribut : "wah, si Alika Noordyani (temen SD) masuk!" terus ditelusuri lagi, dan : "woooh, Ilham Muawwal juga masuk! (ini temen SD juga)"
terus nyari-nyari dari Surabaya, ngga ada. ya ampun kukira om saya ngga masuk. hampir aja sms buat nenag-nenangin, pengen bilang, udah gapapa om, sekolah yang bagus kan masih banyak.. gitu. tapi untungnya aja ngga jadi haha.
pas pagi-paginya, mama bangun tidur, terus langsung cerita blablabla, si Ilham hebat bisa masuk, si Alika juga, tapi sayangnya si om ngga masuk. sempet ragu-ragu juga sih...
terus pas buka fb, tiba-tiba tante (kakaknya si om) bilang gini ke tante yang satu lagi "waaah Raka masuk tarnus lho.. seneng deh" gitu. kontan aja kaget dan langsung buka webnya tarnus. ternyata si om keterima! dia tuh ternyata ditulisnya dari Malang, bukan dari Surabaya, makanya cari Surabaya ngga ketemu-ketemu -_-
what's so good? tambah semangat. itu artinya, saya yang nantinya dari Cirebon ngga boleh kalah sama mereka-mereka. saya harus berusaha lebih keras biar bisa mengungguli mereka, meskipun mereka dari Tarnus. apalagi si om. setiap lebaran pasti ketemu kan? nah, pasti sodara-sodara bakalan bilang 'waaaah anak Tarnus nih' pasti mereka bilang begitu saking bangganya. NAH, SMA nanti saya punya tekad biar sodara-sodara nanti ngebanggain saya kaya gitu juga, walaupun saya ngga dari Tarnus :D jadi pemicu semangat gitu hahaha.
oke, sekian, cuma mau ngasih tau betapa saya seneng ada keluarga yang masuk sana kok hahaha :D

Monday, May 9, 2011

Pasca Uan

Halo, lama juga ya gak blog-goblog *ups. itu semua karena uan, salahkan saja pada uan. btw, mau cerita banyak nih..

pertama mau review uan ya.. uannya tuh bener2 gak niat deh. sumpah. bukannya belajar, malam-malam malah nonton OVJ haha. setelah curhat begini ke adita dan amel, ternyata mereka sama saja. sebenernya, kalau try out itu ga jauh-jauh amat kok. nah, tapi yang rada was-was tuh matematika. saya ga mungkin dapet 10. huhuhu udah ga mungkin :'(

terus.. apalagi ya? sebenernya saya bingung mau gimana, tapi karena sudah kangen dengan blog ya okelah kalau begitu. sekarang saya di Cirebon, kota empal gentong. iya, saya mau pindah disini dan harus meninggalkan Purwokerto. kalo dipikir-pikir, saya tuh makin ke barat aja. bukan western lho. tapi dari Jogja, terus ke Purwokerto, terus ke Cirebon. besok kemana? Jakarta? *prediksi teman-teman* ngga ngga lah, saya pengen kuliah di Jogja aja kok ahihihi.
saya disini pengen sekolah di SMA 2. yang katanya bagus disini. kalo diliat dari bangunannya, ya tempat orang-orang pinter. terlihat intelek. nah, makanya doain ya.. karena saya tuh bener-bener males belajar buat tes tapi pengen masuk SMA 2 --> ga mau rugi, dasar.
anyway, ada resep buat fokus? saya harus belajar tapi ga mau fokus nih. kalo ada, tell me ya, seriously :)

Saturday, March 26, 2011

UAS! IYUUUUUUUUUUUUUH!

Hai, udah berapa hari ya ngga nge-blog? idih sok rajin ya -_- btw, langsung aja ya. banyak kejadian yang ngebikin sport jantung nih. pelaku utamanya adalah uas. ya, kalo saya ditemukan tidak berdaya diantara kertas-kertas soal, salahkan saja pada uas. terimakasih.
kenapa? sekarang saya lagi uas. pesan moral buat adek kelas : jangan mengubur bukumu dalam-dalam, errr maksudnya, jangan menyimpan bukumu terlalu tersembunyi, karena disaat kamu kelas tiga nanti, kamu akan kesusahan mencari. ini nih yang bikin semangat langsung patah! saya harus ke gudang, nyari tumpukan buku sebegono banyaknya, sampai pinggang saya sakit T-T dan dan daaaaan saya malah bernostalgia deh hihihihi. sisi positifnya saya bisa nemuin buku-buku yang bejibun, yang pengen saya baca lagi. saya kangen banget sama buku-buku itu! uooh! ada banyak buku ceritanya Hans Christian Andersen, terus, saya nemuin dua buku pertama yang saya beli (lupa umur berapa). nama buku itu adalah Telinga Kelinci dan Oh, Kelinciku! hahahahahaha :ngakak: childish sekaliiii. yaiyalah itu kan buku saya pertama kalinya..
dan hal buruk lainnya adalah, saya harus rela nongkrongin google demi mencari harta karun yang terpendam *ceileeeh* apa itu harta karun yang terpendam? materi, kawan-kawan! materi! karena buku saya sudah banyak yang hilang, saya harus mencari materi-materi yang akan diujikan saat UAS. Wth...
Yah, pada akhirnya, tolong doakan saya saja ya. semoga saya kuat harus nyari materi-materi, bolak-balik les naik angkot karena ngga ada yang nganterin, dan tolong doakan saya selamat dari teror. huehehehehe, ngerti ngga maksudnya? pasti yang ngebaca ini ada yang ngerti deh :p
Hormat saya,

Adriana Lima

Saturday, March 19, 2011

Hmm..

i'm strong. i'm fine. and i'm so grateful. i still have them, who always support me, comfort me, and love me. even though you don't have.
#nowplaying Air Supply - Goodbye

Through it's gonna hurt us both
There's no other way than to say goodbye
This song is great, but i prefer Jazz hehe :p
 

For No One :')

The day breaks, your mind aches
You find that all her words of kindness linger on
When she no longer needs you

She wakes up, she makes up
She takes her time and doesn't feel she has to hurry
She no longer needs you

And in her eyes you see nothing
No sign of love behind her tears
Cried for no one
A love that should have lasted years

You want her, you need her
And yet you don't believe her when she says her love is dead
You think she needs you

And in her eyes you see nothing
No sign of love behind the tears
Cried for no one
A love that should have lasted years

You stay home, she goes out
She says that long ago she knew someone but now he's gone
She doesn't need him

Your day breaks, your mind aches
There will be times when all the things she said will fill your head
You won't forget her


And in her eyes you see nothing
No sign of love behind her tears
Cried for no one
A love that should have lasted years


*thankyou so much for let me know. i will let you know, too.*

Thursday, March 17, 2011

Bersyukurlah! :)

saya yakin deh, semua orang disini (berarti termasuk saya) pada kenyataannya, pasti lupa, atau ya mungkin kurang bersyukur. kita kadang-kadang selalu berdoa, minta dikasih ini itu, minta kesabaran lah, minta nilai bagus lah, tapi kalo kita ngga bisa dapetin apa yang kita pengen, kita lupa bersyukur. mau contoh? contohnya saya. kalau ngambil contoh ngga usah jauh-jauh, saya aja cukup. daripada menggurui?
tadi, hasil latnas diumumin, dan saya udah tahu dapet nilai gimana, karena saya lihat kertasnya duluan, daripada temen-temen yang lain. saya, sumpah, biasa aja, dan ngga bilang "Ya Allah, alhamdulillah.." gitu. karena merasa kurang. bahkan, waktu ditanya temen saya begini, "Ren, ranking berapa kamu?" dengan senyum kecut, saya bilang, "hmm segitu deh. ranking 43 itu bagus ngga?" dan temen saya bilang, "Bagus. pake pol. inget deh, kita dua ratusan orang, dan kamu bisa dapet ranking 43. itu bagus banget tau." saya diem aja.
nah, waktu itu, ceritanya mood saya lagi ngambang gitu deh. saya ngga bisa masuk ruang 1, padahal saya udah nunggu-nunggu itu dari dulu. tapi yaaa, gimana lagi? orang saya sadar kok, saya emang suka naik turun gunung begitu.
lalu, setelah sedikit berhisteris-an dan sedikit memukul-mukul anak-anak yang dapet nilai lebih bagus, saya ngobrol sama sahabat-sahabat saya. salah seorang sahabat saya, yang, maaf, ngga bisa disebutin namanya, karena belum dapet izin, tiba-tiba ngambil handphone saya gitu. ngubek-ngubek inbox orang, oke-oke aja bagi kita berlima, karena kita kan ngga pernah ada yang disembunyiin *oke, maaf kalo lebe gini, ini nyindir* dan tiba-tiba, temen saya bilang, "hmm. aku envy banget sama kamu.." terus hape saya ditaroh, dan dia nangis! nangis, kawan-kawan!
pas kita tanya kenapa, dan minta diceritain, dia bilang kalo dia ngga ngerasa diperhatiin gitu sama ortunya. oh iya saya lupa, waktu itu saya ngirim sms, ngabarin ke ortu saya kalo saya dapet  peringkat 43. dia bilang, sebagus apapun nilainya, dia ngga pernah dipuji, dan selalu di'datar'in gitu. ya terang aja, saya ngedukung dia begini "ya tapi, bagaimanapun, mereka tuh tetep orang tua kamu. mereka mungkin ngga tau gimana cara meng ekspresikan cintanya mereka ke kamu, tapi mereka pasti bangga sama kamu kok. pasti." dan dia mulai senyum, ketawa-ketawa seperti biasa.
setelah sampai rumah, saya jadi mikir. kok kayanya saya tuh ngga bersyukur banget dikasih segitu. saya selalu ngeluh tentang hidup saya, yang ngga adil, karena saya udah mau ujian, tapi bapak di Semarang, mama di Cirebon. terus sering ngga terima dalam hati kalau jam kerja mereka jadi molor, alhasil jadi malem banget pulangnya. atau mungkin mereka ngga bisa pulang karena kecapean, atau karena kerjaan. saya sering banget ngeluh seperti itu. dan kata-kata temen saya terngiang-ngiang, "hmm. aku envy banget sama kamu." seberapa envy dia? kenapa dia begitu envy baca sms dari bapak?
terus saya baca sms dari ortu saya lagi :

from : mum
 alhamdulillah, selamat ya nak, tambah semangat. dita ranking berapa? hanif ranking berapa?

*huehehehe, ini sedikit lawak, kawan-kawan!*
from : dad
 nggak papa, yang penting udah usaha. belajar terus ya, biar bisa masuk SMA yang rena inginkan. jangan lupa berdoa setelah sholat.

*terharu* :')
bahkan, urutan ke 43 dari 200-an orang pun, orang tua saya bersyukur sedemikian rupa, dan terus menyemangati saya buat belajar. kenapa kita engga? kenapa kita ngga terbiasa bilang 'alhamdulillah?'
jadi, kadang-kadang kita harus melihat ke belakang, dan ke bawah kalau mau bersyukur. jangan hanya menghargai hasilnya. belajarlah menghargai usahanya! :D

Tuesday, March 15, 2011

Jarak

dari dulu, saya selalu kalah sama jarak. jarak. kenapa sih orang harus selalu putus asa sama jarak? kenapa karena jarak saya jadi ngga bisa memastikan kalo orang-orang yang berarti, yang saya sayangin, semuanya baik-baik aja? semua karena hal kancut ini.
segala yang udah direncanain jadi gagal karena jarak ini. padahal, kita masih bisa ngeliat bulan yang sama. padahal langit kita tuh masih sama. iya ngga? tapi kerasanya jauh banget..
sekarang saya nyesek lagi, ya karena si semprul ini lagi. saya mau UAN, ayah saya sekitar sebulan di Semarang dan ibu saya sudah pindah ke cirebon. bahkan ayah saya mau bilang bakalan ke padang. hmm.. rasanya tuh aneh ditinggal begini. segalanya ngga direncanain, jelas. dan tiba-tiba, waktu saya tidur, saya harus terima kalau kami akhirnya dipisahkan oleh jarak. saya rindu mereka. waktu saya ngukur, saya cuma kepisah 1,5 cm dari cirebon. dan hal kancut lain adalah skala. ada satu banding sekian yang semakin mengukuhkan kalau mereka beneran jauh. hal kancut ini jugalah yang akhirnya membawa saya kabur dari sesuatu yang tidak ingin saya lakukan. saya bakalan dipaksa mengucapkan suatu hal yang saya benci setengah mati : bye. sampai jumpa. ugh, where's the bin? kenapa sih Tuhan harus menciptakan jarak untuk menjauhkan orang-orang dari orang tua mereka, keluarga mereka, teman-teman mereka? kenapa saya harus kalah dari jarak yang ngebuat saya harus terima kenyataan bahwa saya jauh dari orang tua, keluarga, dan nantinya teman-teman saya. lalu, saya harus jauh dari dia. saya benci itu, ketika saya melihatnya, dan sadar bahwa saya tidak bisa disana. karena jarak sudah membentang makin lebar.

Thursday, February 3, 2011

Dan Kenapa

Dan kenapa dari dulu, kau tak acuh dan membuatku jengah dengan senyumanmu. Yang selalu palsu, yang kosong dan mengundang banyak harapan. Dan kenapa saat aku mulai tersenyum dan mempercayaimu, akhirnya kau harus berbalik dan mungkin tidak akan pernah menoleh lagi. Dan kenapa kau bahkan menjatuhkan mimpi dan angan-anganku, yang selalu aku ucapkan dalam sujudku. Dan kenapa, pada saat harapanku membumbung tinggi, pada saat mimpiku hampir kugapai, kau berbalik dalam sepi?

Wednesday, February 2, 2011

Jengah

Aku jengah
Pada setiap kata yang kau urai
Pada setiap gagasan dalam dirimu
Pada setiap bingkisan yang kau tawarkan

Aku jengah
Melihatmu sumringah
Sedangkan aku ada disini, gundah
Mengawasimu nanar


Aku jengah
Ketika setiap hari
Aku harus meniti
Dan mencoba berkali-kali

 

Sad Story

how can this be? saya punya banyak sekali masalah yang terlalu frontal untuk bisa dituangkan disini. katanya, masalah bisa mendewasakan seseorang, tapi bagaimana kalau saya sudah tidak tahan dengan semua? sesusah apapun, hidup akan terus berjalan.. tapi bagaimana kalau semuanya ini seperti tidak ada ujungnya?

Monday, January 24, 2011

Postingan Kecapean...

Halo semuanya.. Udah cukup lama nih saya ga buka blog ini. Huhuhuh maaf ya blog, jadi banyak sarang laba-labanya...
Kenapa saya udah jarang buka blog? Karena saya kecapean. Kecapean ngapain? kecapean neutron, try out (jadi mikir, siapa sih yang ngebuat try out? kejedot apa dia?) ya, jadi sekarang saya jadi Study Holic --> hahaha ngesok banget deh. tapi emang bener deng, kalo lagi ngelamun mikirin Taylor Lautner (?) kan ngebuang2 waktu yang bermanfaat tuh *ceileh* nah, jadinya saya bangkit dari tempat tidur menuju meja belajar dan.. mengerjakan detk-detik Fisika -__-
yah, karena semakin ga jelas dan ga penting ini. saya sudahi saja deh. intinya cuma minta maap karena udah jarang ngebuka blog ini. aku masih mencintaimu bloggie! *suara biola mengalun*

Love,
Taylor Swift

Saturday, January 1, 2011

Kalau Saja Aku Bisa

Kalau saja aku bisa mengenalmu cukup lama, kalau saja aku bisa melipat tanganku dan bersandar pada dinding, menunggumu dengan tenang. kalau saja aku bisa memilih antara pergi atau tidak. kalau saja aku bisa mencari jawaban yang terbayang di dalam tatapanmu. kalau saja aku bisa duduk, mendengarkan dan tertawa pada tiap kalimat yang kau pilih. kalau saja aku bisa tersenyum melihatmu. kalau saja aku bisa meminta agar semesta ini membeku, lalu aku putar waktu, dan aku bisa kembali lagi ke kamarku disana, memegang telepon genggamku, kemudian menjawabnya.
kalau saja kau mengizinkanku mengenalmu lebih lama, kalau saja waktu benar-benar bisa kuputar, kalau saja aku bisa mengatakan 'tidak' ketika aku ditawari untuk pergi. apa kau akan berbalik, menatapku, dan menyadari apa yang terjadi?