Jadi, saya baru saja serasa bertemu dengan orang penting. iya, penting di kehidupan saya. dia sudah lama sekali menghilang dari radar saya. it means, dia benar-benar hilang tanpa ada kabar, tanpa ada cerita nongol-nongolan, dan tanpa menyisakan jejak sedikit pun.
tapi saya sengaja tidak membuntutinya ataupun mengumpul-ngumpulkan keberanian untuk sekedar berbincang ringan. saya hanya takut saya kecewa.
Waktu itu saya sedang mencari informasi di Google, dan tiba-tiba pikiran saya ngalor ngidul karena saking stuck-nya dengan hasil pencarian yang nihil. entah kenapa, terbesit pikiran saya untuk mengetikkan nama orang penting itu.
Dan selama beberapa tahun tidak pernah ketemu, tidak pernah ngobrol via telepon.. ternyata empat tahun itu cukup untuk merubah segalanya, yang buruk menjadi baik. dan dia terlihat semakin penting di mata saya, karena, yah.. dia mengagumkan.
saya kira dia hanya sibuk dengan dunianya, tapi opini dari orang lain, terkadang tidak objektif.
mau tidak mau rasa kagum saya jadi semakin besar ketika saya baca sebuah postingan dari sebuah blog. postingan tentang dia. ternyata dia sekarang bukan hanya penting bagi saya, tapi penting bagi komunitasnya, sekolahnya, kotanya.
keren ya dia itu. iya, maka dari itu saya mau repot-repot menuliskan hal-hal tidak penting ini di blog saya. mungkin dia memang rebel, tapi rebelnya itu mempesona.
dan saya tidak bisa untuk tidak ingat. saya bahkan khawatir kalau suatu saat nanti, siapa tahu, dunia, Tuhan menginginkan saya bertemu dengan dia? di jalan, di kampus, mungkin? atau mungkin, dalam sebuah bentuk baru : saya sebagai tetangganya? because the distance is getting closer and closer, i think.
bukankah kalau Tuhan bilang 'jadilah', maka jadilah ia?
No comments:
Post a Comment