Hallo.
Beberapa hari ini rasanya saya sibuk banget. saya sibuk MID dan persiapan workshop. workshop apa? Raditya Dika. RADITYA DIKA!
Workshop ini ngebuat saya senyum-senyum terus. karena, saya yang notabene adalah anak jurnal, kecipratan rezeki yang saya idam-idamkan.
Btw, i'm feel so excited. you know, saya ngefans berat sama Radith dari mulai kelas 7 SMP. saya ngebaca bukunya, googling, ngubek-ubek blognya, ngeliatin youtube-nya, ngedengerin lagu yang dia buat di filmnya, ngefollow twitternya, dan jadi stalker! iya, kalau saya udah suka sama orang, saya begitu.
Ngebaca buku dia itu seperti refreshing otak dari segala kepenatan dan kepahitan di dunia ini (tsahh) jadi rasanya, energi pulih kembali setelah puas ketawa dan ketawa.
Iya, saya sadar saya jadi norak banget waktu tau kalau jurnal berhasil membuat janji dengan si doi, agar doi sudi untuk mengisi acara workshop creative writing di SMA Negeri 2 Cirebon. bagaimana noraknya? hampir tiap hari saya ngetweet tentang dia, promosiin acara, dan parahnya banner acaranya saya jadiin profil picture di Facebook. satu kata : hehehe. tapi ya coba aja bayangin, gimana sih rasanya kalo kamu tuh udah lama kaguuum banget sama orang, kamu kira orang itu cuma bakalan eksis di mimpi kamu karena orang itu adalah orang famous, dan tiba-tiba.. JRENG! orang itu bakalan ketemu, ngobrol bareng, dan makan bareng sama kamu. gimana rasanya? :)
kedua, saya mid. ih, saya ilfil banget sama mid. jadi saya sedang tidak ingin membahas tentang itu. huehehehhehehe.
tampaknya saya baru bisa hibernasi ketika November datang.
Friday, October 14, 2011
Monday, October 10, 2011
Hey You. Long Time No See
Jadi, saya baru saja serasa bertemu dengan orang penting. iya, penting di kehidupan saya. dia sudah lama sekali menghilang dari radar saya. it means, dia benar-benar hilang tanpa ada kabar, tanpa ada cerita nongol-nongolan, dan tanpa menyisakan jejak sedikit pun.
tapi saya sengaja tidak membuntutinya ataupun mengumpul-ngumpulkan keberanian untuk sekedar berbincang ringan. saya hanya takut saya kecewa.
Waktu itu saya sedang mencari informasi di Google, dan tiba-tiba pikiran saya ngalor ngidul karena saking stuck-nya dengan hasil pencarian yang nihil. entah kenapa, terbesit pikiran saya untuk mengetikkan nama orang penting itu.
Dan selama beberapa tahun tidak pernah ketemu, tidak pernah ngobrol via telepon.. ternyata empat tahun itu cukup untuk merubah segalanya, yang buruk menjadi baik. dan dia terlihat semakin penting di mata saya, karena, yah.. dia mengagumkan.
saya kira dia hanya sibuk dengan dunianya, tapi opini dari orang lain, terkadang tidak objektif.
mau tidak mau rasa kagum saya jadi semakin besar ketika saya baca sebuah postingan dari sebuah blog. postingan tentang dia. ternyata dia sekarang bukan hanya penting bagi saya, tapi penting bagi komunitasnya, sekolahnya, kotanya.
keren ya dia itu. iya, maka dari itu saya mau repot-repot menuliskan hal-hal tidak penting ini di blog saya. mungkin dia memang rebel, tapi rebelnya itu mempesona.
dan saya tidak bisa untuk tidak ingat. saya bahkan khawatir kalau suatu saat nanti, siapa tahu, dunia, Tuhan menginginkan saya bertemu dengan dia? di jalan, di kampus, mungkin? atau mungkin, dalam sebuah bentuk baru : saya sebagai tetangganya? because the distance is getting closer and closer, i think.
bukankah kalau Tuhan bilang 'jadilah', maka jadilah ia?
tapi saya sengaja tidak membuntutinya ataupun mengumpul-ngumpulkan keberanian untuk sekedar berbincang ringan. saya hanya takut saya kecewa.
Waktu itu saya sedang mencari informasi di Google, dan tiba-tiba pikiran saya ngalor ngidul karena saking stuck-nya dengan hasil pencarian yang nihil. entah kenapa, terbesit pikiran saya untuk mengetikkan nama orang penting itu.
Dan selama beberapa tahun tidak pernah ketemu, tidak pernah ngobrol via telepon.. ternyata empat tahun itu cukup untuk merubah segalanya, yang buruk menjadi baik. dan dia terlihat semakin penting di mata saya, karena, yah.. dia mengagumkan.
saya kira dia hanya sibuk dengan dunianya, tapi opini dari orang lain, terkadang tidak objektif.
mau tidak mau rasa kagum saya jadi semakin besar ketika saya baca sebuah postingan dari sebuah blog. postingan tentang dia. ternyata dia sekarang bukan hanya penting bagi saya, tapi penting bagi komunitasnya, sekolahnya, kotanya.
keren ya dia itu. iya, maka dari itu saya mau repot-repot menuliskan hal-hal tidak penting ini di blog saya. mungkin dia memang rebel, tapi rebelnya itu mempesona.
dan saya tidak bisa untuk tidak ingat. saya bahkan khawatir kalau suatu saat nanti, siapa tahu, dunia, Tuhan menginginkan saya bertemu dengan dia? di jalan, di kampus, mungkin? atau mungkin, dalam sebuah bentuk baru : saya sebagai tetangganya? because the distance is getting closer and closer, i think.
bukankah kalau Tuhan bilang 'jadilah', maka jadilah ia?
Saturday, October 1, 2011
SEPSEB, a story..
So, this is SEPSEB. what is it? it's Sepuluh Sebelas, my lovely class. September 30 is my special day, and Sepseb celebrated it, yesterday. Nice, huh? i'm so speechless when i opened the door and they yelled at me "HAPPY BIRTHDAAAAAAAAY!" my expression became weird, and i started laughing, crying at the same time LOL. They sang a song for me, and then they gave me a t-shirt with autograph on it, and they wrote "HAPPY BIRTHDAY RENA! WE LOVE YOU!"
if Mr. Chaerudin give us to write an unforgettable moment AFTER that moment, i will write about how SEPSEB congratulated me.
Tell me how to stop it. i can't stop loving you :*
Subscribe to:
Posts (Atom)
